Sejarah PMMI
Indonesia, yang berusaha melepaskan diri dari ketergantungan terhadap ekspor minyak, perlu merangsang pertumbuhan ekspor non-migas. Penanganan terhadap pengendalian mutu perlu dilakukan secara sungguh-sungguh dan lebih sistematis agar produknya dapat bersaing di pasar internasional. Peningkatan ekspor non-migas akan menambah laju pertumbuhan perekonomian, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Hal ini tidak lepas dari pengamatan para praktisi yang pernah belajar tentang pengendalian mutu.
Beberapa praktisi kemudian membentuk Quality Control Club yang kegiatannya dimulai pada bulan Juni 1984. Mengingat minat masyarakat yang semakin besar terhadap masalah pengendalian mutu, kegiatan QC Club perlu diperluas dan wadahnya diperbesar. Maka pada tanggal 1 Maret 1985 didirikan Perhimpunan Manajemen Mutu Indonesia (Indonesian Quality Management Association) yang berpusat di Jakarta. PMMI merupakan suatu wadah yang bersifat nasional dan bertujuan mengembangkan konsep TQM (Total Quality Management) atau Pengendalian Mutu Terpadu sesuai dengan kondisi dan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Pada tanggal 29 April 1985 organisasi PMMI dikukuhkan oleh Bapak Menaker Sudomo dan Bapak Menperin Ir. Hartarto dalam suatu upacara yang dihadiri oleh seluruh pengurus dan sekitar 100 anggota PMMI.
Misi PMMI
PMMI mengemban beberapa misi, yaitu :
- Menyebarluaskan dan mengembangkan konsep mutu.
- Menanamkan kesadaran akan pentingnya mutu dalam rangka meningkatkan citra bangsa.
- Meningkatkan ketrampilan anggota dalam mengelola dan mengendalikan mutu.
PMMI mengemban beberapa misi, yaitu :
- Menyebarluaskan dan mengembangkan konsep mutu.
- Menanamkan kesadaran akan pentingnya mutu dalam rangka meningkatkan citra bangsa.
- Meningkatkan ketrampilan anggota dalam mengelola dan mengendalikan mutu.
Dari pelaksanaan misi tersebut ada beberapa sasaran yang diharapkan akan tercapai, yaitu :
- Terhimpunnya pejabat-pejabat, tenaga kerja dan pribadi-pribadi yang bertanggungjawab atau berminat dalam pengelolaan mutu termasuk produktivitas kerja.
- Tercapainya hubungan dan kerjasama yang erat di antara anggota PMMI.
- Tercapainya pengembangan serta peningkatan pengetahuan mengenai manajemen mutu, sesuai dengan jiwa serta aspirasi masyarakat dan bangsa Indonesia.
- Terbinanya peningkatan keterampilan para anggota PMMI di segala aspek manajemen mutu.
- Terciptanya keseragaman istilah dan terminologi mutu.
|